Generasi Aswaja An-Nahdliyah dan Penggerak Anti-Plagiarisme
Mahasiswa adalah generasi pilihan bangsa yang memiliki empat tanggung jawab utama: akademik, sosial, moral, dan intelektual. Melalui tanggung jawab akademik, mahasiswa dituntut menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat. Di sisi lain, tanggung jawab sosial, moral, dan intelektual menuntun mahasiswa untuk berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Sebagai mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), peran ini semakin penting karena mereka diposisikan sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah. Aswaja (Ahlusunnah wal Jama’ah) mengajarkan keseimbangan, moderasi, toleransi, dan kemaslahatan. Karakter ini menjadi bekal utama mahasiswa UNUSA untuk menjaga tradisi NU, melawan radikalisme, memperkuat toleransi, dan mengembangkan inovasi berbasis nilai Islam serta budaya lokal.
Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Harapan
Mahasiswa UNUSA diharapkan:Menjaga ilmu melalui kajian kitab klasik dan pemikiran NU dengan pendekatan yang relevan.Menyebarkan moderasi dengan menolak ekstremisme dan mempromosikan Islam rahmatan lil ‘alamin.Menjadi pejuang sosial yang peduli pada masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun lingkungan.Menjadi inovator yang mampu melestarikan tradisi sekaligus beradaptasi dengan era digital.Di kampus, hal ini diwujudkan lewat kurikulum khusus Aswaja, kegiatan mahasiswa (PMII, IPNU/IPPNU, majelis taklim), serta kolaborasi dengan berbagai kegiatan NU.
Teater Mahasiswa: Ruang Kreatif Anti-Plagiarisme
Selain peran keagamaan dan sosial, mahasiswa juga ditantang untuk berkarya di bidang seni dan budaya. Salah satu bentuknya adalah pengembangan teater mahasiswa anti-plagiarisme. Teater tidak hanya menjadi media ekspresi seni, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran bahwa karya kreatif harus dibuat dengan orisinalitas dan menghargai hak cipta.Melalui teater, mahasiswa belajar bahwa proses kreatif sama pentingnya dengan hasil karya. Mereka diajarkan untuk:Menulis naskah sendiri, bukan menyalin karya orang lain.Menghargai ide, kreativitas, dan hak cipta orang lain.Menciptakan karya seni yang etis, mendidik, sekaligus menghibur.Dengan cara ini, teater menjadi ruang latihan yang menumbuhkan integritas, tanggung jawab moral, serta kepedulian sosial mahasiswa.
-Facebook = https://www.facebook.com/unusaofficialfb
-Instagram = https://www.instagram.com/unusa_official/
-Youtube = https://www.youtube.com/@unusa_official
-Twitter = https://x.com/unusa_official?lang=en
-Tiktok = https://www.tiktok.com/@unusa_official